Postingan

Grup Sardulo Krida Mustika Kuatkan Literasi Seni Barong Blora

Gambar
Suasana latihan grup barong Sardulo Krida Mustika Blora, Medialiterasiguru.com - Grup barong Sardulo Krida Mustika Kabupaten Blora, Jawa Tengah terus melakukan perbaikan pengelolaan grup pada anggotanya. Sebab, grup yang dirintis dari tahun 2014 ini sudah menapaki usia hampir 5 tahun ini masih eksis dan berkembang di era Revolusi Industri 4.0 ini. Hal itu diungkapkan Indra Bagus Kurniawan Pimpinan grup Sardulo Krida Mustika usai pentas di rumah warga, Selasa (1/1/2019). Sebelumnya, ia bersama puluhan anggota grup melakukan latihan intens sebelum tampil. "Kalau latihan aslinya kita tiap hari libur, baik itu Sabtu atau Minggu dan juga hari libur nasional. Tapi kalau waktunya memang malam hari dari habis isya sampai jam sepuluh malam bahkan sebelas malam," beber dia, Rabu (2/1/2019). Pihaknya menegaskan, banyak sekali agenda yang mendukung program edukasi barongan Blora. Mulai yang digelar pemerintah, warga dan sanggar atau grup barong itu sendiri. (mlg33/hi).

Guru Nggak Boleh Malas

Gambar
Haram bagi seorang guru untuk memiliki sifat malas.  Guru adalah seorang akademisi sekaligus praktisi hebat yang banyak diminati oleh kawula muda saat ini.  Ribuan sarjana muda pendidikan berbondong-bondong bingung mencari tempat mengajar untuk sekadar berwiyata bakti atau menjadi guru honorer.  Mereka tak peduli berapapun gaji yang diberikan kepada mereka.  Mereka hanya butuh tempat dan pengakuan bahwa mereka bisa menjadi guru.  Fenomena tersebut hendaknya menjadi cambuk berat bagi kita yang sudah menjafi guru apalagi PNS untuk menantiasa meningkatkan kompetensi diri.  Baik itu dengan mengikuti workshop,  seminar,  maupun diklat.   Pasti bapak ibu pun sudah paham. Bahwa iu pengetahuan itu selalu berkembang. 

Mimpi Indah di Jakarta

Gambar
Puisi Mimpi Indah di Jakarta Semua orang tau Yang menjulang itu monas namanya Tapi ku yakin Tak semua orang pernah menikmati cahyanya Indonesia punya Jakarta Kota penuh asa Banyak keindahan hadir di dalamnya Kemacetannya menyimpan fakta Hidup itu harus bekerja Yang diam tak bisa makan Yang pasrah pastinya menyerah Malam ini keretaku melaju Mengajakku kembali dalam nyataku Jakarta hanya tempat bermimpi Bukan kota penjawab janji Selamat tinggal Jakarta Dalam tidurku Ku kan bermimpi denganmu kembali